Thursday, December 31, 2009





Gebyar Festifal Tari 2009 ( GFT)

Acara Gebyar Festival Tari 2009 (GFT) yang merupakan acara tahunan Unit Aktivitas Karawitan dan Tari Universitas Brawijaya berlangsung meriah dan berhasil sukses. acara yang digelar 2 hari berturut-turut pada (tanggalnya lupa) dibagi kedalam 2 sesi yaitu pada hari bertama perlombaan antar fakultas se-Universitas Brawijaya dan pada hari kedua antar Universitas se-Jatim. Acara yang dikuti oleh 10 fakultas dan 6 Universitas ini juga dirangkaikan dengan Dies Natalis Universitas Brawijaya yang ke-47. Tampak 2 malam berturut-turut Rektor Universitas Brawijaya menghadiri acara tersebut. Sayangnya di balik kemeriahan acara tersebut, masih ada saja mahasiswa baih yang berstatus Maba maupun yang telah lama menempuh pendidikan di UB yang tidak tahu apa itu GFT. GFT merupakan acara tahunan Unitantri UB yang telah diadakan sejak tahun 1989. Acara yang diketuai oleh Ihwan Aris tahun ini bertujuan untuk melestarikan budaya Indonesia terutama kesenian Karawitan dan Tari tradisional. Pada saat pelaksanaan acara, panitia tampak seragam mengenakan blankon bagi yang lelaki dan kebaya bagi yang putri.
SELAMAT JALAN GUS DUR...
Penghujung tahun 2009 ditandai dengan hujan gerimis di berbagi tempat di indonesia. Begitulah gambaran muram di akhir tahun ini, hujan gerimis dari hati yang berduka karena telah perginya tokoh bangsa, KH. ABDURRAHMAN WACHID.
Tokoh yang akrap dikenal sebagai Gus Dur ini telah meninggal pada tanggal 30 Desember 2009, pukul 18.45 WIB di RSCM. Presiden kempat ini presiden yang sangat menjunjung tinggi asas demokrasi dan kesetraan , tanpa memandang bulu, warna kulit , maupun golongan. meskipun dalam kondisi sakit sakitan pada masa akhir hidupnya beliau tetap berjuang menegakkan demokrasi bangsa, bagai bertempur di tengah sakit, seperti Panglima Besar Soedirman di hutan-hutan gerilyanya. seperti yang diungkapkan Yahya C. Staquf mantan juru bicara presiden :

"Banyak orang belakangan bertanya-tanya, mengapa orang tua yang sakit-sakitan itu tak mau berhenti saja, beristirahat menghemat umurnya, daripada ngotot seo­lah terus-menerus mencari-cari posisi di tengah silang-sengkarut dunia yang kian semrawut saja.

Saksikanlah, wahai bangsaku, inilah orang yang terlalu men­cintaimu, sehingga tak tahan walau sedetik pun meninggalkanmu. Inilah orang yang begitu yakin dan determined akan cita-citanya, sehingga rasa sakit macam apa pun tak akan bisa menghentikannya. Selama napas masih hilir-mudik di paru-parunya, selama detak masih berdenyut di jantungnya, selama hayat masih dikandung badannya."

Friday, December 4, 2009

Calon dan hasil fit Propertest

Pemungutan suara dilaksanakan tanggal 2 Desember 2009. Tiga belas Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di setiap fakultas di Universitas Brawijaya UB. Dua puluh tiga calon DPM dan enam calon Presiden (EM) di usung. Hari-H pemungutan suara hasil fit and propertest di pasang berdampingan dengan pengumuman tata cara pemungutan suara, beberapa orang menayakan hal itu apakah tidak termasauk kampanye gelap.

Pemira tahun 2009 mengangkat jargon Liberti kependekan dari 5 kata .Legitimate Independen BERsihTertib, Profeional menetapkan 6 Calon Presiden dan 23 Calon DPM. Calon Calon itu adalah

Daftar Calon Tetap (DCT) Presiden EM UB
1. Wahyu Dani Woro (FIA/Publik/2006)
2. Kadek Anom Adiguna (FE/Akuntansi/2006)
3. M. Afrizal Ananta (FE/Manajemen/2005
4. Muhammad Riza Prawira (FT/Teknik Mesin/2006)
5. Yudistira Adi Guna (FT/Teknik Elektro/2005)
6. Zakarya Nugraha (FT/Teknik Spil/2005)

Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPM UB
1. Haru Permadi (FH/Hukum/2006)
2. Yoga Handana (FPiK/Sosek Perikanan/2007)
3. Rhomsia Nurholifah (FP/Sosek Pertanian/2006)
4. Meralda Nindyasti Eka Budiastutie (FK/PD/2006)
5. Muzayyin (FPiK/PSP/2007)
6. Toni (MIPA/Matematika)
7. Nina Andriyani (FE/Akuntansi/2006)
8. Mochamad Alwi (FT/TI/2006)
9. Win Ariga Mansur Malonga (FPiK/MSP/2007)
10. Mikchaell Panjaitan (FPiK/SMP/2006)
11.Ghara Purwa Kencana (FIA/Publik/2006)
12. Khoirul Anam (FE/EP/2006)
13. Firdaus Elfa Syari’ati Kamalia (FPiK/Sosek Pe

14. Asrul Ibrahim Nur (FH/Hukum Tata Negara/2006)
15. Jonika Yudi Saputra (FIA/Bisnis/2006)
16. Budi Satria Maulana (FE/Akuntansi/2007)
17. Iden Robet Ulum (FT/Teknik Elektro/2006)
18. Febridal Yusriansyah (FPiK/MSP?2006)
19. Qonitatuz Zahro (FAPET/Ilmu dan Teknologi Peternakan/2007)
20. Rangga Rendhy (FT/Pengairan/2007)
21. Enggar Fachrur Rohman (FIA/Publik/2006)
22.Hamdan Akbar Safara (FIA/Publik/2006)
23. Mirza Galih Kurniawan (FMIPA/Ilmu Komputer/2006)

Calon calon tersebut sebelumnya telah di uji dengan fit and propertest untuk kelayakannya, hasil test tersebut di pajang di papan pemgumuman lokasi pemungutan suara. Data tersebut menunjukkan bahwa calon tertentu memiliki nilai yang tinggi dalam rangkaian tesnya, tes lisan dan tes tulis. Beberapa orang menanyakan apakah penempelan itu tidak termasuk kampanye gelap( ilegal). Ali roji salah satu panitia lokal di TPS FMIPA mengatakan “lembaran itu sudah ada saat box surat suara dibuka.” Lembaran tersebut menurutnya merupakan satu paket dengan pengumuman tata cara pemungutan suara. zainudin tim pengawas pemira sependapat seperti itu,Menurutnya hal ini sebagai suatu data yang obyektif dari panitia Pemira dan bukan merupakan kampanye gelap.

pemira

Pemira Untuk Siapa ?

Awal desember disekelliling jalan di kampus universitas brawijaya (UB) terpampang foto orang dengan berbgai macam pose. Baliho baliho besar menyesaki sudut jalanan di ub menawarkan janji dan visi.Di ub sedang diadakan pemira. Sarana publikasi tersebut di lakukan untuk menarik hati pemilih untuk ikut serta dalam Pemira.

Pemira,kampus kita tercinta ini mengadakan perhelatan yang cukup penting dan mungkin dinanti-nantikan setiap tahunnya ? Pemira yang merupakan kependekan dari Pemilihan Mahasiswa Raya ini adalah momen dimana mahasiswa Brawijaya, bisa menyalurkan aspirasi kita untuk memilih Presiden Eksekutif Mahasiwa (EM) dan anggota-anggota DPM UB.

Perhelatan acara ini dilakasanakan setiap tahun. Acara ini dinantikan oleh mahasiswa ub, bagi yang berkepentingan. Tapi beberapa mahasiswa ketika di tanyakan masalah keikut sertaannya dalam pemira ini bersikap tak acuh. Agil mahasiswa FMIPA mengatakan “Ada atau tidaknya pemira sama saja, apa pengaruhnya bagi kita?” Beberapa mahasiswa duduk duduk di bangku taman yang tak jauh dari lokasi pencoblosan mengaku enggan memilih karena tidak kenal dengan calon calon yang di ajukan. Banyak mahasiswa masih memilih untuk golput ( golongan putih).

Meskipun juru-juru tim sukses calon DPM atau Capres telah berkampanye hingga masuk ke kelas-kelas, masih banyak mahasiswa yang memilih golput atu cuma sekedar ikut ikutan saja. Kemauan mahasiswa untuk ikut serta dalam Pemira ini sebagian besar hanya diikuti oleh tim pegusung calon DPM dan Calon Presiden. Diluar tim pengusung sebagian mahassiwa terkesan ikut ikutan, ketika di tanya calon yang di jagokan beberapa orang menjawab memilih calon yang paling ganteng atu orang calon yang satu fakultas. tingkat partisipasi yang paling besar dalam Pemira ini adalh pengusung calon, Pemira UB masih untuk pegusung Calon Presiden dan Calon DPM.

Sunday, August 23, 2009



Sanksi FIB, Teater dadakan

Brawijaya-Hari terakhir PKK MABA UB pagi hari terlihat beberapa maba Fakultas Ilmu Budaya (FIB) tampak gugup berdiri di depan kawan-kawannya,mereka terkena sanksi berupa pementasan teater dadakan.
Rata-rata maba yang terkena sanksi adalah maba yang terlambat. Gigih korlap FIB mengatakan “ Sanksi ini dikenakan bagi maba yang terlambat mereka diharuskan menampilkan teater.”Maba sebelumnya disetrap di depan, kemudian secara bergiliran menampilkan aksi teater. Hukuman dilaksanakan di pinggir jalan depan Gedung FIB .Mereka beraksi di tengah kawan-kawannya di undukan trotoar dan dilaksanakan senam pagi .
Maba yang terkena sanksi satu-persatu menampilkan aksi berdasarkan instruksi panitia. Seorang maba putri bernyanyi lagu dangdut yang bercrerita tentang goyangan,tapi dinyanyikan tanpa goyangan. Ada pula maba. yang berakting seperti Marshanda yang terkena stres. Maba tersebut berakting dengan menghadap pohon dan berkata “Ini untuk semua mantan mantanku kenapa kau putuskan aku, kenpa kau lebih memilih orang lain? Apa kau dulu menerimaku karena terpaksa? ” Dia memeragakannya sambil memelas dengan gaya seperti orang yang sedang bersedih. Satu satunya maba pria memeragakan Disma yang sedang memarahi ketua kelompok, dia berakting marah tetapi dengan nada yang rendah dan suara pelan.
Pelaksanaan sanksi yang ini tidak seperti pementasan teater biasanya, Suasana rileks pementasan berjalan tegang diselingi beberapa intruksi panitia yang keras. Beberapa maba yang terkena sanksi ada yang sempat tertawa tapi ditegur panitia dengan nada tinggi ”Jangan tertawa!” “kurang keras!” Walaupun begitu pada saat pementasan masih ada maba yang baru datang.