
Gebyar Festifal Tari 2009 ( GFT)

Pemungutan suara dilaksanakan tanggal 2 Desember 2009. Tiga belas Tempat Pemungutan Suara (TPS) tersebar di setiap fakultas di Universitas Brawijaya UB. Dua puluh tiga calon DPM dan enam calon Presiden (EM) di usung. Hari-H pemungutan suara hasil fit and propertest di pasang berdampingan dengan pengumuman tata cara pemungutan suara, beberapa orang menayakan hal itu apakah tidak termasauk kampanye gelap.
Pemira tahun 2009 mengangkat jargon Liberti kependekan dari 5 kata .Legitimate Independen BERsihTertib, Profeional menetapkan 6 Calon Presiden dan 23 Calon DPM. Calon Calon itu adalah
Daftar Calon Tetap (DCT) Presiden EM UB
1. Wahyu Dani Woro (FIA/Publik/2006)
2. Kadek Anom Adiguna (FE/Akuntansi/2006)
3. M. Afrizal Ananta (FE/Manajemen/2005
4. Muhammad Riza Prawira (FT/Teknik Mesin/2006)
5. Yudistira Adi Guna (FT/Teknik Elektro/2005)
6. Zakarya Nugraha (FT/Teknik Spil/2005)
Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPM UB
1. Haru Permadi (FH/Hukum/2006)
2. Yoga Handana (FPiK/Sosek Perikanan/2007)
3. Rhomsia Nurholifah (FP/Sosek Pertanian/2006)
4. Meralda Nindyasti Eka Budiastutie (FK/PD/2006)
5. Muzayyin (FPiK/PSP/2007)
6. Toni (MIPA/Matematika)
7. Nina Andriyani (FE/Akuntansi/2006)
8. Mochamad Alwi (FT/TI/2006)
9. Win Ariga Mansur Malonga (FPiK/MSP/2007)
10. Mikchaell Panjaitan (FPiK/SMP/2006)
11.Ghara Purwa Kencana (FIA/Publik/2006)
12. Khoirul Anam (FE/EP/2006)
13. Firdaus Elfa Syari’ati Kamalia (FPiK/Sosek Pe
14. Asrul Ibrahim Nur (FH/Hukum Tata Negara/2006)
15. Jonika Yudi Saputra (FIA/Bisnis/2006)
16. Budi Satria Maulana (FE/Akuntansi/2007)
17. Iden Robet Ulum (FT/Teknik Elektro/2006)
18. Febridal Yusriansyah (FPiK/MSP?2006)
19. Qonitatuz Zahro (FAPET/Ilmu dan Teknologi Peternakan/2007)
20. Rangga Rendhy (FT/Pengairan/2007)
21. Enggar Fachrur Rohman (FIA/Publik/2006)
22.Hamdan Akbar Safara (FIA/Publik/2006)
23. Mirza Galih Kurniawan (FMIPA/Ilmu Komputer/2006)
Calon calon tersebut sebelumnya telah di uji dengan fit and propertest untuk kelayakannya, hasil test tersebut di pajang di papan pemgumuman lokasi pemungutan suara. Data tersebut menunjukkan bahwa calon tertentu memiliki nilai yang tinggi dalam rangkaian tesnya, tes lisan dan tes tulis. Beberapa orang menanyakan apakah penempelan itu tidak termasuk kampanye gelap( ilegal). Ali roji salah satu panitia lokal di TPS FMIPA mengatakan “lembaran itu sudah ada saat box surat suara dibuka.” Lembaran tersebut menurutnya merupakan satu paket dengan pengumuman tata cara pemungutan suara. zainudin tim pengawas pemira sependapat seperti itu,Menurutnya hal ini sebagai suatu data yang obyektif dari panitia Pemira dan bukan merupakan kampanye gelap.
Awal desember disekelliling jalan di kampus universitas brawijaya (UB) terpampang foto orang dengan berbgai macam pose. Baliho baliho besar menyesaki sudut jalanan di ub menawarkan janji dan visi.Di ub sedang diadakan pemira. Sarana publikasi tersebut di lakukan untuk menarik hati pemilih untuk ikut serta dalam Pemira.
Pemira,kampus kita tercinta ini mengadakan perhelatan yang cukup penting dan mungkin dinanti-nantikan setiap tahunnya ? Pemira yang merupakan kependekan dari Pemilihan Mahasiswa Raya ini adalah momen dimana mahasiswa Brawijaya, bisa menyalurkan aspirasi kita untuk memilih Presiden Eksekutif Mahasiwa (EM) dan anggota-anggota DPM UB.
Perhelatan acara ini dilakasanakan setiap tahun. Acara ini dinantikan oleh mahasiswa ub, bagi yang berkepentingan. Tapi beberapa mahasiswa ketika di tanyakan masalah keikut sertaannya dalam pemira ini bersikap tak acuh. Agil mahasiswa FMIPA mengatakan “Ada atau tidaknya pemira sama saja, apa pengaruhnya bagi kita?” Beberapa mahasiswa duduk duduk di bangku taman yang tak jauh dari lokasi pencoblosan mengaku enggan memilih karena tidak kenal dengan calon calon yang di ajukan. Banyak mahasiswa masih memilih untuk golput ( golongan putih).
Meskipun juru-juru tim sukses calon DPM atau Capres telah berkampanye hingga masuk ke kelas-kelas, masih banyak mahasiswa yang memilih golput atu cuma sekedar ikut ikutan saja. Kemauan mahasiswa untuk ikut serta dalam Pemira ini sebagian besar hanya diikuti oleh tim pegusung calon DPM dan Calon Presiden. Diluar tim pengusung sebagian mahassiwa terkesan ikut ikutan, ketika di tanya calon yang di jagokan beberapa orang menjawab memilih calon yang paling ganteng atu orang calon yang satu fakultas. tingkat partisipasi yang paling besar dalam Pemira ini adalh pengusung calon, Pemira UB masih untuk pegusung Calon Presiden dan Calon DPM.